Muda Masjid Bersinar (MIMBAR): Menguatkan Peran Pemuda dalam Pengabdian Keumatan Melalui Masjid Sebagai Ruang Belajar dan Berbagi Nilai Keislaman
Masjid bukan sekadar ruang ibadah, tetapi juga ruang belajar, bertumbuh, dan berbagi. Semangat itulah yang dihidupkan melalui Program Muda Masjid Bersinar (MIMBAR), program kerja Departemen Pengembangan Pesantren dan Pengabdian Masyarakat (P3M)
CSSMoRA UIN Bandung, yang dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Masjid Jami’ Al Hikmah.
Program MIMBAR dilaksanakan sejak bulan September hingga Desember 2025 dan dirancang secara adaptif berdasarkan hasil komunikasi langsung dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) serta Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Al-Hikmah sebagai mitra. Kolaborasi ini menjadi fondasi penting agar setiap kegiatan yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan masjid dan jamaah.
Dalam sambutannya, Adhiim Hafiidh, Kepala Departemen Pengembangan Pesantren dan Pengabdian Masyarakat (P3M) CSSMoRA UIN Bandung, menyampaikan laporan bahwa pelaksanaan Program MIMBAR berlangsung selama empat bulan penuh, mulai dari September hingga Desember. Ia menegaskan bahwa MIMBAR bukan hanya program pengabdian, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasantri CSSMoRA untuk terjun langsung ke ranah masjid dan memperoleh pengalaman berharga sebagai pengajar.
“Program MIMBAR menjadi ruang belajar dua arah. Mahasantri CSSMoRA belajar mengabdi, sementara masjid menjadi tempat tumbuhnya kepedulian dan tanggung jawab sosial,” ungkapnya.
Salah satu fokus utama MIMBAR adalah kegiatan pengajaran di MDTA Al-Hikmah yang dilaksanakan secara rutin dua kali dalam seminggu, setiap hari Rabu dan Jumat. Melalui pembelajaran langsung di kelas, para pengajar dan relawan MIMBAR mendampingi santri dalam memahami materi keagamaan dengan pendekatan yang komunikatif dan menyenangkan. Kegiatan pengajaran ini juga dilengkapi dengan perlombaan santri sebagai sarana pengembangan potensi, kepercayaan diri, serta semangat belajar anak-anak.
Kesan positif turut disampaikan oleh Bunda Wida, perwakilan ustadzah MDTA Al-Hikmah. Ia menyampaikan bahwa anak-anak menunjukkan antusiasme tinggi dan bahkan menantikan kehadiran pengajar MIMBAR setiap Rabu dan Jumat.
“Anak-anak sangat senang dan selalu menunggu pembelajaran dari pengajar MIMBAR. Semoga apa yang sudah diajarkan bisa terus mereka ingat dan menjadi bekal ke depan,” tuturnya
Selain pengajaran, Program MIMBAR juga mencakup kegiatan keagamaan lainnya, seperti Tawassulan Rutin yang dilaksanakan dua kali dalam sebulan, setiap minggu kedua dan keempat. Kegiatan ini menjadi ikhtiar bersama dalam menjaga tradisi keagamaan, memperkuat doa, serta menumbuhkan kebersamaan jamaah Masjid Jami’ Al-Hikmah, khususnya pada malam Jumat.
Program MIMBAR juga berkolaborasi dalam pelaksanaan Tabligh Akbar dan Peringatan Maulid Nabi yang dilaksanakan pada Kamis, 2 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi momentum penguatan nilai-nilai spiritual sekaligus mempererat ukhuwah jamaah melalui kebersamaan dalam syiar dan peringatan hari besar keagamaan.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum CSSMoRA, Muhammad Faraby Thahrurrasyid, menyampaikan harapannya agar sinergi yang telah terjalin antara CSSMoRA, DKM, dan MDTA Masjid Jami’ Al-Hikmah dapat terus berlanjut secara berkelanjutan.
“Semoga kolaborasi antara CSSMoRA UIN Bandung dengan pihak DKM/MDTA Masjid Jami’ Al-Hikmah dapat senantiasa terjaga dan terus berlanjut,” ujarnya.
Program Muda Masjid Bersinar (MIMBAR) ditutup pada Sabtu, 20 Desember 2025, sebagai penanda berakhirnya rangkaian kegiatan sekaligus refleksi bersama atas proses pengabdian yang telah dijalankan. Melalui MIMBAR, CSSMoRA UIN Bandung menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan masjid sebagai ruang hidup, tempat pendidikan, dakwah, dan pengabdian sosial berjalan beriringan.